📍Museum Sri Baduga

Pada hari Kamis pada tanggal 14 Febuari, kelas Malasit akan mengunjungi Museum Sri Baduga. Aku dan kelompokku jalan kaki menuju Pasteur untuk menaiki angkutan umum. Di perjalanan dari sekolah Semi Palar menuju Pasteur menurutku sangat membuatku semangat menjalani hari yang baru. Aku satu kelompok dengan Adrien dan Azhar, dan kelompok kami kekurangan satu anggota kami, Dafi. Dafi tidak dapat bergabung dan tidak mendapatkan beberapa pelajaran dari pelajaran di hari ini karena Dafi sedang sakit, semoga saja Dafi bisa dapat bergabung kembali dengan kelompok. Perjalanan menuju Museum Sri Baduga sangatlah membingungkan bagiku karena aku hanya di beri tahu tujuan nya sekali dan aku harus mengingatnya lagi. Dalam kelompok, aku adalah pemimpin nya dan sangat susah bagiku jadi seorang pemimpin. Di angkutan kota pertama aku, Adrien dan Azhar mengobrol dengan seorang ibu-ibu yang sangat ramah dan baik sambil menuliskan penginderaan di angkutan kota, sampai akhirnya kami turun dari angkutan kota dan menaiki angkutan kota yang baru untuk menuju Museum tersebut.

Setelah sampai di Museum Sri Baduga, aku melihat sangat banyak peninggalan kerajaan saat zaman purba dan rasanya sangat senang bisa datang ke Museum Sri Baduga dan melihat banyak hal yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Disana aku melihat banyak sekali fosil yang menurutku sangat bagus dan juga sangat bersejarah karena fosil itu hanya ada beberapa dalam dunia ini

Dan aku senang sekali dapat bergabung dengan teman temanku dan bisa bermain bersama lagi. Dan di Museum Sri Baduga aku mendapatkan hal – hal yang baru bagiku. Satu adalah, untuk menjadi seorang pemimpin kita butuh keberanian, tanggung jawab dan kepercayaan diri dan dari Nyaba ini aku dapat belajar bagaimana cara menjadi seorang pemimpin. Kedua, biasanya di dalam kelompok aku adalah anak yang selalu menjadi pengganggu dan selalu membuat teman teman nya menjadi tidak fokus. Tetapi kali ini aku berusaha untuk merubah diriku menjadi lebih baik dari sebelumnya, aku tahu bahwa tanggung jawabku jadi seorang pemimpin sangat besar dan aku hanya bersama 2 orang.

Hal menarik dari kelompokku dari Nyaba ini yaitu, aku dapat belajar menjadi seorang pemimpin, dan aku bisa mengatur teman teman sekelompokku supaya bisa berjalan dengan baik. Dan satu lagi, aku mempunyai anggota kelompok yang sangat susah untuk dicari karena dia selalu misah dengan kelompok nya sendiri. Tetapi tidak masalah, hal itu juga dapat membuatku belajar bahwa hidup tidak selalu enak.

Dan aku sangat senang sudah bisa bergabung dengan kelas Malasit. Karena dua hari sebelum sekolah aku sedang sakit dan tidak bisa ikut bergabung dengan teman teman. Dan aku sangat senang karena dapat belajar banyak hal dari Nyaba kali ini yaitu, aku bisa mengatur teman temanku supaya lebih baik, aku bisa belajar menjadi orang yang tidak mengganggu orang lainya dan dari Nyaba ini, aku bisa belajar untuk mengatur diriku walaupun saat di Museum aku kadang mengobrol dengan yang lain.

Dan inilah ceritaku saat Nyaba, semoga di perjalanan selanjutnya bisa lebih seru dan lebih banyak lagi cerita.

Dan inilah foto teman teman sekelompokku

  • Azhar
  • Adrien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s